Suatu pagi aku kebingungan. Baby ciku hilang. Dengan mata yang masih mengantuk, aku melongok ke boksnya yang kosong. Keluar dari kamar, aku lihat daddy ciku tertidur dalam posisi duduk berselempangkan sarung. Biasanya dia begitu, tertidur di kursi habis shalat subuh.
“Daddy baby dimana, kok ngga ada?” aku bertanya dengan suara yang cukup keras untuk membangunkannya. Dan dua mahluk tercinta pun terbangun karena suaraku. Si daddy segera melongo dengan mata kriyip-kriyip dan ada suara kecil dari dalam sarungnya.
Hah!!! “Daddy, anaknya kok dimasukin dalam sarung sih?”