Tentang Seorang Teman

Juni 30, 2009

Kematian King of  Pop Michael Jackson membawa ingatanku pada seorang teman. Seorang teman baik. Sangat baik. Seorang yang mungkin hanya bisa aku ingat kebaikannya.

Koko, begitu kami memanggilnya. Sulis Setyoko nama lengkapnya. Dia perpaduan dari kesederhanaan, kecerdasan dan kebaikan.

Aku tidak ingat  bagaimana pertama kali aku mengenalnya. Yang pasti berteman dengannya adalah  sangat menyenangkan. Gayanya yang polos. Leluconnya yang sangat cerdas meski sering kekanak-kanakan dan yang pasti ketulusannya setiap berteman.

Koko memang sosok teman yang baik. Dia rela berkorban apa saja demi temannya. Termasuk mengorbankan  cintanya. Kisah cintanya bagiku adalah kisah cinta paling menyesakkan dada yang pernah ku temui di dunia nyata.

Kisah kasih tak sampai, meskipun bukan kasih yang tak berbalas. Kasih yang lebih mementingkan kebahagiaan orang lain dari pada kebahagiaan diri sendiri.

Tapi Koko adalah Koko. Sosok ceria yang tak mau menunjukkan luka. Bahkan ketika hanya bisa terbaring di ranjang rumah sakit dengan wajah dan tubuh yang membengkak, dia masih berusaha membuat kami tertawa.

Maafkan aku ya Ko, karena mengabaikan pesananmu untuk mencarikan obat alternatif. Aku tak tahu kalau itu harapan terakhirmu. Juga maafkan aku karena belum mengembalikan komik Asterix-mu. Aku tahu kamu pasti mengikhlaskannya menjadi kenang-kenangan buatku.

Lagu Michael Jackson ini akan selalu mengingatkanku pada seseorang yang pernah mengenalkannya padaku.

One Day in Your Life

One day in your life
you’ll remember a place
Someone’s touching your face
You’ll come back and you’ll look around you

One day in your life
You’ll remember the love you found here
You’ll remember me somehow
Though you don’t need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You’ll remember one day…

One day in your life
When you find that you’re always waiting
For the love we used to share
Just call my name
And I’ll be there

(Oh-oh-oh-oh-oh…)

You’ll remember me somehow
Though you don’t need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You’ll remember one day…

One day in your life
When you find that you’re always longing
for the love we used to share
Just call my name
And I’ll be there

(Ohh…)

Mommy Sayang Callysta

Juni 1, 2009

Callysta, mommy sayang Callysta. Kata-kata itu selalu aku ucapkan pada baby ciku. Biarpun sekarang dia belum bisa ngerti, tapi setidaknya aku berharap dia sudah mulai merasakannya.
Aku ingin memastikan, kapanpun dan di manapun, dia harus selalu tau bahwa aku, mommy-nya ini, sangat mencintainya.

My Best Customer

Mei 16, 2009

Ini dia Si Ale. Sekarang dia menyebut dirinya Mas Ale. Anaknya Ory dan Hary ini satu-satunya orang yang selalu membuat aku berbunga-bunga setelah memasak. “Enaaaak banget” atau “Mantab,” begitu ucapnya sambil menunjukkan jempol.
Hi hi hi…bagaimana nggak bangga kalau makanan yang kita bikin susah payah dipuji.
Duh…Mas Ale, makasih ya. Kamu memang ponakan yang hebat.00-ale

Penggemar Koming

Mei 14, 2009

Keluargaku penggemar Kompas Minggu (Koming). Mommy and daddy suka rebutan kalo koming datang. Kakek dan saudara-saudara mommy di berbagai belahan tanah air juga penggemar koming.  Bahkan  sampai telpon-telponan untuk mengisi TTS-nya.

Ternyata baby ciku callysta juga dah suka sama koming.  Lihat aja gayanya waktu ikutan daddy baca koming. Wah…bentar lagi persaingan bakal lebih ketat.0-bacakoran2-edit2

Klapeetart

Mei 14, 2009

Mba Eni, asisten rumah tanggaku bawa kelapa muda dari desa. Enaknya dibuat apa ya? Buka-buka blognya Bunda Inong, eh…nemu resep klapeetart. Langsung dicoba dech. Begini ini jadinya.00-klapeetart-edited

Senyummu adalah Tangisku

Mei 6, 2009

Daddy suka sekali menggoda baby ciku. Kalau anaknya sedang tenang-tenang aja atau sedang main-main sendirian, pasti langsung diganggu. Kalau anaknya dah nangis, dady langsung tertawa-tawa senang. Padahal anaknya itu kalau nangis bisa menggegerkan orang satu komplek.
Kalau baby nangis dady jadi punya alasan menggendong. Kalau tetap tidak bisa menenangkan, dady langsung senyum-senyum ke arahku sambil menyodorkan baby. “Kayaknya dia pengen nenen mom.”
00-senyum1

Baby Ciku Hilang

Mei 6, 2009

00-sarung11Suatu pagi aku kebingungan. Baby ciku hilang. Dengan mata yang masih mengantuk, aku melongok ke boksnya yang kosong. Keluar dari kamar, aku lihat daddy ciku tertidur dalam posisi duduk berselempangkan sarung. Biasanya dia begitu, tertidur di kursi habis shalat subuh.

“Daddy baby dimana, kok ngga ada?” aku bertanya dengan suara yang cukup keras untuk membangunkannya. Dan dua mahluk tercinta pun terbangun karena suaraku. Si daddy segera melongo dengan mata kriyip-kriyip dan ada suara kecil dari dalam sarungnya.

Hah!!! “Daddy, anaknya kok dimasukin dalam sarung sih?”

Baby Ciku Tengkurep

Mei 6, 2009

0-merangkak1-editMemasuki bulan kedua usianya, Callysta mulai belajar tengkurep. Lucu banget. Salah satu tangannya sering tertindih badannya. Dah gitu saat berusaha keras mengangkat kepala dan dadanya yang terangkat malah pantatnya. Lebih lucunya lagi, dari bokong mungilnya itu keluar suara yang sangat dahsyat,”DUUUUUT.” Dia aja sampai kaget sendiri.
Sekarang, setelah usianya dua bulan lebih dikit, dia sudah sangat mahir tengkurap. Kepala dan dadanya juga dah terangkat. Tapi kadang dia tidak mengangkat kepalanya dan lebih memilih tiduran dengan kepala miring. Kalu dah gitu dia diem aja tidak kedengeran suaranya.
Kemampuannya itu membuat kami agak khawatir. Apa lagi sesekali dia sudah bisa mentelentangkan dirinya lagi setelah tengkurap. Dengan demikian dia bisa bergulingan sendiri di kasur. Pernah dia sampai pinggir banget. Duuh…bagaimana kalau jatuh.
Kadang pagi hari kami juga menemukan dia di pojok boksnya (kalau malam dia tidur di kamar sendirian di dalam boks) dalam keadaan tengkurep setengah nungging. Tidak tidur, main-main sendiri. Hanya terdengar suaranya yang ngak ngik nguk, entah apa artinya.
Sekarang, saat tengkurep, dia juga sering berusaha menyeret maju lutut dan badannya. Tapi belum bisa. Kalau dah gitu dia jadi nangis dan ngamuk. Kami jadi bingung. Apa ya anak ini sudah pengen merangkak?
Duh…baby ciku, cepet besar dan pinter ya. Mommy and dady love baby.

Tiga Hati

Mei 4, 2009

Sebenernya kue tart ini black forest wannabe, tp akhirnya yach…what ever will be, will be. Dah bahan2nya nggak ada, tukang belanjanya (tentu saja daddy ciku) amatiran lagi. Tapi biarpun tampangnya hancur, rasanya yummy banggetsss.

Pas pertama ngeliat kuenya, daddy langsung tertawa meledek. Tapi setelah makan, uh…maunya makan terus. So daddy, ini pelajaran. Dont judge a book by its cover!

Oya, nama kuenya tart tiga hati. Yang kasih nama Mbak Eny, asisten rumah tanggaku.  ”Mbak, dah kayak kue beneran kok,”ujar mbak Eny ngomentari kue ku. Lho…ini khan emang kue beneran. Emang kue jadi-jadian?00-kue-kado

Satu Tahun yang Luar Biasa

Mei 4, 2009

00-blog-mioTidak terasa sudah satu tahun kami menikah. Tak ada yang mudah bagi pemula. Demikian pula dengan pernikahan kami. Pertengkaran dan kesalahpahaman sudah pasti menjadi bumbu yang tak tertinggalkan. Alhamdulillah sejauh ini kami bisa melaluinya.

Daddy, mommy luv daddy and baby. Kita masih akan terus melaju melewati tahun2 berikutnya khan dengan mio kencana itu? (ya nggak lah, mionya khan mo diganti mobil). Till death do us part ya?


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.